Bohong

Allah Subhanahu Wa Ta ala telah menjadikan umat Islam bersih dalam kepercayaan, segala perkataan dan perbuatan dan perkataannya. Kejujuran adalah barometer kebahagian suatu bangsa. Tiada kuci kebahagiaan dan ketentraman haqiqi melainkan bersikap jujur baik secara vertikal maupun horizontal.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”(QS. Al Isra : 36).
“Sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan, sedangkan kebaikan menuntun menuju surga. Sungguh seseorang yang membiasakan jujur niscaya dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada kemunkaran, sedangkan kemunkaran itu menjerumuskan ke neraka. Sungguh orang yang berdusta akan selalu dicatat sebagai pendusta”(HR Bukhari Muslim). Baca Selanjutnya

Iklan

Cerita Lucu, apa iyah…???

Minggu, 21 Februari 2016.

Minggu pagi kala itu tidak seperti biasanya, hujan rintik-rintik mengguyur Kota Talaga sejak subuh. Aku dan Istriku mulai agak cemas bagaimana kalau hujan tidak reda. Bagaimana tidak cemas? Hari minggu itu kami sudah ada acara yaitu mengadakan bazar buku pada kegiatan bakti sosial pengobatan gratis.

singkat cerita, Alhamdulilah hujan reda kira-kira pukul 05.30. Kami masih sibuk mempersiapkan buku-buku untuk kegiatan bazar. Pukul 06.30 adikku datang, dia sudah janji akan membantu kami. Kira-kira pukul 07.00 kami berangkat ketempat kegiatan bakti sosial pengobatan gratis.

Setibanya ditempat, kegiatan sudah dimulai kami pun konsultasi pada panitia untuk memajang buku-buku. Sehari sebelumnya panitia menjanjikan ada meja. Namun menja yang disediakan panitia sangat kecil jadi tidak mungkin dapat menampung semua buku. Akhirnya kami memutuskan untuk menggelar lesehan menggunakan karpet plastik/busa.

Saya bergegas kembali kerumah untuk mengambil karpet tersebut. Dengan cepat dan terburu-buru saya kembali ketempat kegiatan dengan membawa karpet. Karpetpun saya pasang dan buku-buku saya rapihkan. Akhirnya selesai juga.

Namun ketika saya hendak beranjak dari lesehan tersebut, sandal saya jadi dua warna sebelah hitam dan sebelah lagi merah. Saya melihat keistri barangkali tertukar dengan dia. Namun Dia pakai senadalnya, lalu siapa yang membawa sendal merah dan hitam sebelah-sebelah? Ternyata saya sudah salah pakai senadal, saking buru-burunya saya tidak sadar memakai sandal yang berbeda sebelah hitam dan sebelah lagi merah. Ha…ha…ha…. !!!!

 

 

LUTUNG KASARUNG

Sunan Ambu di Kahyangan boga anak lalaki, kasép taya papadana, ngaranna Guru Minda. Hiji peuting GuruMinda ngimpi boga bébéné (kabogoh) nu sarupa jeungSunan Ambu. Nepi kahiji waktu Guru Minda maling-maling neuteup Sunan Ambu. Sunan Ambu nyahoeun. Antukna Guru Minda dititah turun ka Buana Pancatengah pikeun néangan pijodoeunana anu sarupa jeung SunanAmbu. Tapi saméméhna kudu salin rupa heula jadi lutung,sarta dingaranan Lutung Kasarung.

Sanggeus dibéré pituduh pijalaneunana, Guru Minda nu geus jadi lutung, turun ka Buana Pancatengah. Gubragna di Nagara Pasirbatang Anu Girang.

Anu ngaheuyeuk dayeuh di Pasirbatang Anu Girang harita nya éta Mas Prabu Ageung Tapa. Praméswarina Nitisuari. Boga anak tujuh awéwé wungkul, ngarana: Purbararang, Purbaéndah, Purbadéwata, Purbakancana, Purbamanik, Purbaleuwih jeung nu bungsu Purbasari, anu panggeulisna.

Lajengkeun Macana

Met Milad My Blog

Alhamdulilah, puji dan syukur patut kami panjatkan kepada Alloh Swt. Karena-Nya lah blog ini masih tetap eksis. Dan alhamdulillah bulan ini genap satu tahun usia blog ini.

Kami haturkan banyak terima kasih kepada para pengunjung setia blog Aqila Pranaja Rabbani (https://abinyaraja.wordpress.com). Kami menyadari tidak lah ada apa-apanya blog ini jika bukan kalian semua.

Kami sadar masih banyak kekurangan dan kelemahan yang belum bisa kami perbaiki karena keterbatasan wawasan, ilmu, pemikiran atau keterampilan kami yang belum sampai. Dan kami juga mohon maaf apabila ada konten-konten yang kurang pas dengan pemikiran atau pendapat para pembaca atau mengganggu kenyaman para pembaca yang budiman.

Dan kami juga mohon kritikan, saran dan masukan agar blog ini lebih baik dimasa yang akan datang.

Thank you untuk semuanya

Dan salam hangat dari kami

Semoga kita tetap sukses dan selalu bersahabat

Ashar dan Jaminan Surga

Waktu adalah kehidupan. Barangsiapa yang menyia-nyiakan waktu, maka ia telah menyia-nyiakan kehidupan, demikian Imam Hasan Al Banna menasehatkan. Allah Sang Maha Pencipta telah membagi waktu menjadi beberapa bagian. Dimana kesemuanya itu, harus dimanfaatkan dengan beramal sholih sehingga memberi manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Bagian-bagian waktu tersebut merupakan sesuatu yang saling terkait. Pagi dan siang, sore dan malam. Masing-masing mereka telah Allah berikan kekhasan dan keutamaannya. Saling melengkapi dan harus dikombinasikan.

Pagi adalah sarana yang Allah ciptakan untuk mengumpulkan bekal dalam menjalani kehidupan di siang hari. Di sana ada terminal-terminal pengisian bahan bakar ruhani. Ada tahajud, dzikir, shalat sunnah fajar, subuh berjama’ah, tilawah Al Qur’an, shalat dhuha dan aneka ibadah lain yang disyari’atkan. Pemanfaatan waktu kita di pagi hari merupakan penentu sukses dan tidaknya kita di sepanjang hari itu. Baca Selanjutnya

PTK PAI SMP

Semua manusia di dalam hidupnya di dunia ini, selalu membutuhkan adanya suatu pegangan hidup yang disebut Agama. Mereka merasakan bahwa dalam jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui adanya Dzat Yang Maha Kuasa, tempat mereka berlindung dan tempat mereka memohon pertolongan-Nya. Hal semacam ini terjadi pada masyarakat yang masih primitive maupun pada masayarakat yang sudah modern. Merka akan merasa tenang dan tenteram hatinya kalau mereka dapat mendekat dan mengabdikan diri kepeda Dzat Yang Maha Kuasa. Hal semacam ini memang sesuai dengan firman Allah dalam Surat Ar-Rad ayat 28, yang artinya, “Ketahuilah, bahwa hanya dengan ingat kepada Allah, hati akan menjadi tenteram.”
Karena itu manusia kan selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, hanya saja cara mereka mengabdi dan mendekatkn diri kepada Tuhan itu berbeda sesuai denagn agama yang dianutnya. Itulah sebabnya, bagi orang Muslim diperlukan adanya Pendidikan Agama Islam, agar dapat mengarahkan fitrah mereka tersebut kearah yang benar, sehingga mereka akan dapat mengabdi dan beribadah sesuai dengan ajaran Islam. Tanpa adanya Pendidikan Agama dari satu generasi ke generasi berikutnya, maka orang akan semakin jauh dari Agama yang benar. Baca Selanjutnya

Dalem Boncel

Dalem Boncél

Dalem Boncél téh Bupati Caringin, Banten. Kacaturkeun, harita anjeunna nuju moyan di taman kadaleman. Teu lila jol aya pangiringna, laporan.

“Aya naon, euy?” ceuk Dalem Boncél.

Pangiringna ngajawab, “Aya tamu, Juragan. Ngangkenna ti Kandang Wesi. Saurna anjeunna nuju milari putrana anu jenenganana Boncél.”

“Naon?” Kacida reuwasna Dalem Boncél téh. Gancang baé muru ka padaleman, nepungan tamuna. Ari bréh, nyampak aki-aki jeung nini-nini. Kaciri ti lemburna téh. Papakéan kacida basajanna. Awak geus kacida rangkebongna, tayohna lantaran hirup sangsara. Mamawa buntelan butut, teuing naon eusina.

Ras dalem boncél kana lalakon hirupna. Manéhna baheula kabur ti lembur, lantaran teu betah dicarékan baé ku dununganana nu sok nitah ngarit. Batan ngabatin, manéhna tuluy indit, teu bébéja-bébéja acan ka kolotna nu hirupna kacida sangsarana. Susuganan di lembur batur pinanggih jeung kasenangan.

Lajengkeun Macana